Kami Bukan Anak Gaul, tetapi Tahu Bagaimana Bergaul

Penulis: Al-Ustadz Abdullah al-Jakarty

Alhamdulillah, kami bukan anak gaul yang sebagian besar dari mereka bangga dengan penampilan yang up to date (mengikuti perkembangan zaman), atau merasa memiliki kelebihan karena pergaulan yang luas, mengikuti tren fashion dan musik, dan berbicara berbau keinggris-inggrisan. Sebagian mereka tidak risi ketika bergaul tanpa memerhatikan etiket pergaulan: bagaimana bergaul dengan orang tua, berbicara yang baik, atau bermuamalah/bergaul secara umum dengan cara yang baik. Alhamdulillah, Allah memberi kami taufik untuk berusaha bergaul dengan pergaulan yang baik. Baca lebih lanjut

DAUROH ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH “ASY SYARIAH” Ke-11

Bismillah.

Alhamdulillah, dengan pertolongan dan taufik dari Allah, insya Allah akan hadir kembali…

DAURAH ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH “ASY SYARIAH” Ke-11
~~• 1436 H/2015 M •~~

dengan tema:
“MENANGKAL RADIKALISME BERDASARKAN PEMAHAMAN SALAF”,

dengan pembicara:
Asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri (Kuwait)
Asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Anazi (Arab Saudi)
Asy-Syaikh Usamah bin Sa’ud al-‘Amri (Arab Saudi)
Asy-Syaikh Fuad bin Sa’ud al-‘Amri (Arab Saudi)
Asy-Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammadi (Yaman) Baca lebih lanjut

Bersemangat Untuk Mempelajari Agama Yang Haq (Sebuah Renungan)

Penulis: Al-Ustadz Abu Nashim Mukhtar bin Rifa’i hafizohullah

Saudaraku Salafy!

Ada sebuah kitab yang sering dipakai oleh para penuntut ilmu hadits untuk memudahkan mereka di dalam mentakhrij sebuah hadits dan mengetahui ulama siapa yang mengeluarkan dan meriwayatkan hadits Nabi. Kitab tersebut bernama:  Mu’jam Mufahros Li al-Faadzi Haditsin Nabiyi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (Kamus yang menjelaskan lafadz-2 Hadits Nabi)

Siapa yang menyusun kitab tersebut…  Ternyata yang menyusun kitab tersebut adalah sebuah tim para profesor dari orang-orang Belanda dan sebagai staf ahli penasehatnya Snock Hourgonje. Baca lebih lanjut

Hukum Berdiri Menunggu Selesainya Adzan pada Sholat Jum’at Kemudian Sholat Setelahnya

HUKUM BERDIRI MENUNGGU SELESAINYA ADZAN PADA SHALAT JUM’AT KEMUDIAN SHALAT SETELAHNYA

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Fadhilatusy Syaikh, biasanya pada hari jum’at sebagian orang mereka masuk ke masjid tatkala adzan sedang dikumandangkan, kemudian mereka berdiri menunggu sampai adzan selesai. Kemudian tatkala khatib memulai khutbahnya, mereka shalat (sunnah). Bagaimana hukumnya?

Jawaban:
Sebagian ulama berpendapat seperti ini, yaitu engkau menjawab adzan, kemudian setelah itu engkau shalat sunnah. Akan tetapi pendapat ini, pendapat yang lemah.

Pendapat yang rajih, Engkau (langsung) shalat sunnah, ini dari 2 sisi: Baca lebih lanjut

By Abu Farhan Posted in Fiqh Tagged

Apa Saja yang Bisa Dijadikan Sutrah?

Penulis: Redaksi Majalah Asy-syari’ah

– Tiang masjid

Tiang yang ada di masjid dapat dijadikan sebagai sutrah sebagaimana ditunjukkan dalam riwayat berikut.

Yazid bin Abi ‘Ubaid berkata, “Adalah Salamah ibnul Akwa’ z memilih shalat di sisi tiang masjid tempat menyimpan mushaf. Maka aku tanyakan kepadanya, ‘Wahai Abu Muslim, aku melihatmu menyengaja memilih shalat di sisi tiang ini.’ Beliau menjawab:

رَأَيْتُ النَّبِيَّ n يَتَحَرَّى الصَّلاَةَ عِنْدَهَا

“Aku melihat Nabi n memilih shalat di sisinya.” (HR. Al-Bukhari no. 502 dan Muslim no. 1136)

Baca lebih lanjut

Nasehat Bagi Orang Yang Banyak Bercanda

NASEHAT BAGI ORANG YANG BANYAK BERCANDA

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah

Ada pertanyaan yang menanyakan tentang bercanda diantara para penuntut ilmu yang memperbanyak bercanda, apa nasehat Anda?

Bercanda adalah mengistirahatkan diri dari kepenatan, tidak mengapa hal jika dilakukan kadang-kadang, dengannya seseorang mengistirahatkan dirinya, namun dengan syarat janganlah dia bercanda kecuali dengan ucapan yang jujur dan hendaknya dia berhati-hati dari ucapan dusta Baca lebih lanjut

Sholat Gerhana Dalam Tuntunan Sunnah Nabawiyyah

Penulis: Al Ustadz Ahmad Alfian hafizhahullah

Di dalam keindahan ajaran syariat Islam yang dibawa oleh Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam adalah tuntunan beliau Shallallahu ’alaihi wa sallam yang sangat indah tatkala terjadi gerhana, yang merupakan peristiwa besar dalam pandangan syariat Islam.

Bagaimana tidak, Pencipta matahari dan bulan memberitakan bahwa Gerhana merupakan tanda yang Dia jadikan sebagai peringatan bagi hamba-hamba-Nya akan ancaman adzab-Nya yang maha dasyat, serta peringatan akan kengerian azab kubur dan hari kiamat. Sikap takut, tunduk, dan khusyu’ benar-benar ditunjukkan oleh Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam ketika terjadi peristiwa tersebut. Baca lebih lanjut

Sosok Yang Suci Bukan Syarat Penguasa Negeri

Penulis: Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهُ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ تَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ كَرِهَ فَقَدْ سَلِمَ، وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ؟ قَالَ: لَا، مَا صَلَّوْا لَكُمُ الْخَمْسَ

“Sungguh akan ada pemimpin-pemimpin yang kalian kenal (kebaikan mereka, -pen.) dan kalian ingkari (kemaksiatan mereka, -pen.). Barang siapa mengingkari kemaksiatannya, dia terlepas dari tanggung jawab; dan barang siapa membencinya, dia selamat, tetapi (yang berdosa adalah) mereka yang ridha dan ikut.”

Sahabat bertanya, “Bolehkah kami memerangi mereka?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh, selama mereka mengerjakan shalat lima waktu bersama kalian.” Baca lebih lanjut

Bolehkah Puasa Arafah, Jika Bertepatan dengan Hari Jum’at?

BOLEHKAH PUASA ARAFAH JIKA BERTEPATAN DENGAN HARI JUM’AT

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: Hari Arafah pernah bertepatan dengan hari Jum’at, dan saya berpuasa pada hari Jum’at yang bertepatan dengan hari Arafah tersebut dan saya tidak berpuasa pada hari Kamis sebelumnya. Apakah saya berdosa?

Jawaban:

Kami berharap engkau tidak berdosa, karena engkau tidak meniatkan untuk puasa pada hari Jum’at saja. HANYA SAJA JIKA ENGKAU JUGA BERPUASA PADA HARI KAMIS MAKA HAL ITU LEBIH HATI-HATI. Karena Rasulullah shallallahu alaihi was sallam melarang untuk mengkhususkan hari Jum’at dengan berpuasa [1] Baca lebih lanjut

Sepenggal Doa Ibunda

Penulis: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

Masa silam saya kelam,” ucap anak muda itu mengenang masa lalunya.

Penampilannya yang necis tak membersitkan sedikit pun sebagai mantan pecandu obat terlarang. Rambut lurus bagai kucai dipotong pendek. Sisirannya yang dibelah tengah menambah tampilan lebih apik. Semburat wajahnya menyimpan keteduhan.

“Dulu, ganja, putaw, atau sabu adalah teman setia saya,” lanjut pemuda itu. Awal dirinya berkenalan dengan barang-barang terlarang adalah dari teman bergaul. Beberapa teman sepermainan menyeretnya untuk coba-coba mengisapnya. Satu, dua kali hingga akhirnya menjadi candu. Dirinya menemukan suasana lain setelah mengonsumsi obat-obat tersebut, fly. Semakin hari, dari waktu ke waktu, intensitas pemakaian obat itu pun bertambah. Akhirnya, dia merasakan, apabila tidak mendapatkan obat terkutuk tersebut, dia merasa tersiksa. Baca lebih lanjut

Apa Yang Dilakukan Agar Tetap Tegar Dan Kokoh Di Atas Manhaj Salaf Ash Shalih

APA YANG DILAKUKAN AGAR TETAP TEGAR DAN KOKOH DI ATAS  MANHAJ SALAF SHALIH 

Fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan –hafizhahullahu Ta’ala– 
| | |

Pertanyaan:  Apa kaidah-kaidah syariat yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim agar dia tegar dan kokoh dalam menjalani manhaj salaf shalih, tidak terjatuh pada penyelewengan, serta tidak dipengaruhi oleh manhaj-manhaj susupan yang menyimpang? 

Jawaban: 

Kaidah-kaidah syariat tersebut bisa difahami dari kumpulan apa yang telah dibicarakan, hal ini dengan menempuh hal-hal berikut ini: 

1. Setiap insan kembali kepada ahli ilmu dan bashirah. Mengambil ilmu serta bermusyawarah dengan mereka dalam menghadapi segala perkara yang bergejolak pada fikirannya sehingga dia mengambil masukan dari ide-ide mereka. 

2. Pelan-pelan dalam segala hal, tidak tergesa-gesa, dan tidak lancang dalam menghukumi seseorang, bahkan wajib baginya untuk meneliti.

Baca lebih lanjut

Meneladani Akhlak Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam

Penulis oleh: al-Ustadz Muhammad Rijal Isnain, Lc.

Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah z meriwayatkan bahwa Rasulullah n bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

“Sungguh aku diutus menjadi Rasul tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak yang saleh (baik).”

Pada sebagian riwayat:

لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Islam adalah agama yang penuh keindahan. Ia dibangun di atas akidah tauhid yang bersih dari kesyirikan. Ia membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk, hingga cinta dan peribadatan hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin. Baca lebih lanjut

Salafiyun Semangat Menuntut Ilmu dan Tidak Meremehkan Kitab Rudud

Penulis: Admin Tukpencarialhaq.com

SALAFIYUN SEMANGAT MENUNTUT ILMU DAN TIDAK MEREMEHKAN KITAB RUDUD (Padanya Terkandung Jawaban Kenapa Ada Orang yang Alergi Manhaj, Ternyata…)

Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah

Pertanyaan: Sebagian orang yang menisbatkan diri kepada manhaj Salaf mereka menyibukkan diri dengan mengkritik dan mentahdzir berbagai kelompok sesat, namun mereka melalaikan diri dari menuntut ilmu. Sementara yang lain mementingkan ilmu namun meninggalkan upaya memperingatkan bahaya kelompok-kelompok tersebut, sampai mereka ada yang mengatakan: “Sesungguhnya membantah penyimpangan sama sekali bukan termasuk manhaj Ahlus Sunnah.” Maka bagaimana yang benar di dalam permasalahan tersebut?

Jawab: ORANG-ORANG YANG HANYA MENYIBUKKAN DIRI DENGAN MEMBANTAH DAN MENTAHDZIR SAJA, MEREKA TERANGGAP MEREMEHKAN MENUNTUT ILMU DAN BERLEBIHAN DI DALAM MEMBANTAH. Ulama-ulama kita jika engkau memperhatikan misalnya biografi Ibnu Abi Hatim, maka engkau akan mendapati beliau seorang hafizh (hafal hadits yang banyak) yang besar bahkan beliau digelari Syaikhul Islam, demikian juga Al-Imam Al-Bukhary, Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma’in, Yahya bin Sa’id Al-Qaththan, Abu Hatim, Abu Zur’ah, Ad-Daruquthny, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Baca lebih lanjut

Hati-Hati Terhadap ISIS!! Khilafah Islamiyyah Khayal di Iraq!!

Penulis: Admin miratsul-anbiya.net

Baru-baru ini,  orang-orang dungu dari kalangan Khawarij di Iraq, membikin “kejutan” baru lagi dengan mendeklarasikan apa yang mereka sebut sebagai “Khilafah Islamiyyah” sebagai ganti dari ad-Daulah al-Islamiyyah fi al-Iraq wa asy-Syaim (DAIS) atau Islamic State in Iraq and Syam (ISIS). “Khilafah Islamiyyah” merupakan sebuah nama yang benar-benar mengundang simpati kaum muslimin secara luas. Membuat banyak pihak terkecoh dan terpesona, bahkan tertipu dengannya.

Sehingga tidak jarang dari mereka yang turut mengelu-elukan, dan menganggap bahwa asy-Syaikh Abu Bakar al-Baghdadi al-Husaini yang dibai’at dan dinobatkan sebagai khalifah tersebut, benar-benar sebagai khalifah Islam. Tanpa mereka (kaum muslimin tersebut) mengetahui apa hakekat sebenarnya “Daulah Islamiyyah” atau pun “Khilafah Islamiyyah” itu, yang didirikan tidak lain oleh orang-orang khawarij.

Belum apa-apa,  sudah ada pernyataan, bahwa mereka bersumpah akan menghancurkan Ka’bah jika berhasil menguasai Arab Saudi. Baca lebih lanjut

Adakah Waktu Imsak ?

Penulis: Admin miratsul-anbiya.net

 

Firman Allah Subhnahu wa Ta’ala:

وَكـُلـُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتـَبَيَّنَ لـَكُمُ اْلخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلأَسْوَدِ …

“Makan minumlah kalian (pada malam hari) sampai tampak jelas pada kalian perbedaan antara ‘benang putih’ dengan benang hitam’ … ” (al-Baqarah: 187)

Al-Imam Al-Bukhari membawakan bab khusus untuk ayat ini (( وَكـُلـُوا وَاشْرَبُوا …)) dalam rangka menerangkan batas akhir dibolehkannya makan sahur dan dimulainya ash-shaum. Kemudian beliau menyebutkan hadits Adi bin Hatim radhiAllahu ‘anhu, beliau berkata: Baca lebih lanjut